Sepenggal catatan dari Bunda (#sharetweet dr ustadz @Felixsiauw)

Share tweet dari ustadz Felixsiauw

1. saat kau kecil kau bertanya kepadaku | “bunda, mengapa semua orang bebas bermain berkejar-kejar, sementara aku harus belajar?”

2. seringkali engkau menangis mengadu | “bunda, mengapa saat temanku dikelilingi mainan, sementara aku harus menghafalkan ayat Al-Qur’an?”

3. engkau juga selalu mengeluh | “bunda, mengapa anak yang lain boleh membaca manga, sementara aku harus mengerti banyak bahasa?”

4. mungkin engkau juga berpikir | “bunda, mengapa tak semua permintaanku dikabulkan, seringkali aku meminta namun tak diberikan?”

5. anakku, dengarkanlah bunda untuk saat ini | dengarkan saja bunda, suatu saat nanti bila telah sampai waktumu, kau akan tahu

6. anakku, mungkin bunda tak dapat mengungkapkan semua dengan kata | namun bunda menyimpan rencana terbaik bagimu dalam dada

7. saat kau beranjak dewasa | kau akan terbang lebih tinggi dari yang lainnya, berlari lebih cepat daripada yang lainnya

8. orang-oranglah yang akan membaca tentang ceritamu, dan engkau akan dikejar karena ilmumu, dan semua pintamu akan dikabulkan bagimu

9. saat telah mulai baligh engkau berucap | “aku sudah besar, bunda boleh berhenti bersikap terlalu khawatir, aku sudah pintar”

11. ketika telah bekerja kau katakan | “aku memiliki hidupku sendiri, aku berhak menentukan jalanku sendiri”

12. dan bila engkau memiliki hidupmu sendiri kau lisankan | “aku tak miliki banyak waktu, bila sempat aku akan menjengukmu”

13. anakku, perhatikan bunda | seorang anak mungkin berubah dewasa, namun menjadi bunda berarti untuk selamanya

14. anakku, dengarkan bunda kali ini | jangan tergesa-gesa bercinta memadu nikmat, bila engkau belum siap, itu alamat maksiat

15. engkau mungkin bisa melihat masa depanmu dengan jelas | namun mataku yang mulai rabun melihatnya dengan lebih jelas

16. bunda tersenyum mendengar alasanmu, anakku datanglah semasa engkau sempat | lagipula seluruh waktuku sedari dulu telah kugadai untukmu

17. bila masa tuaku tiba di sebuah waktu | aku benci merepotkan engkau, aku memahami sekarang ada anak istri yang harus engkau beri waktu

18. mungkin bunda sudah pikun untuk sekedar memanggil namamu | namun bunda akan selalu mengingatmu dalam shalat dan doaku, annakku

19. saat bunda pergi suatu saat nanti, tak perlu jatuh tangismu menderai | bahagia bunda bila engkau menyembah Ilahi Rabbii

20. sesal bunda hanya satu, kenapa bunda tak bisa lebih lama bersamamu | menjagamu dari maksiat dan membimbingmu selalu dalam taat

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s