Because of You

Saat kita dihadapkan pada beberapa pilihan. Lalu kita memutuskan, bukan berarti pilihan kita terbaik. Jika memilihnya bukan dengan cara2 yang diperkenankanNya.

Saat kita telah memilih lalu akhirnya melepaskan pilihan itu pun,

bukan berarti kita tidak punya pendirian, plin plan, dan tidak bertanggung jawab. Karna setiap kita inginkan yang terbaik. Yang entah apa. Yang abstrak wujudnya sampai kita merasa telah menemukan. Lalu kecewa dan terpaksa kembali berdalih bahwa tak ada manusia yang sempurna.
Well anyway, every man for himself.

Saat memutuskan untuk tidak memilih pun, adalah sebuah pilihan, kata seorang idealis antipemilu. Yang bahkan ragu mencalonkan diri untuk dipilih. Yang lebih baik dan lebih layak banyak ujarnya. Entah siapa.

Karna setiap pilihan memiliki konsekuensi. Bahkan jika yang dipilih adalah sebuah hati yang bisa berbicara, bisa mengadu pada Penciptanya jika ia dihadapkan pada pemilihan yang semena2. Tapi tidak cukup berani menuntut haknya di mata manusia. Hak untuk hidup layak. Hak untuk lahir. Hak untuk setara. Hak untuk permohonan maaf. Dan hak-hak lain yang dipikirnya adalah haknya untuk meminta.

Begitu pula dengan pekerjaan. Kadang ada yang menyadari telah salah jalan. Namun untuk kembali di lintasan, tidak semudah kata2 kiasan. Mengompori seseorang untuk resign lalu menjadilah pengusaha kaya raya, misalnya, tidak semerdu kata2 pujangga. Apalagi jika setelah mengompori, apinya menjalar membakar semua benda. Trus yang menyalakan kompor, hilang entah kemana. Tahu2 dia nya sendiri masih terjebak diketiak atasannya.

Namun, sekali lagi. Semua itu bukan kesalahan siapa2. Apakah daun yang gugur pernah menyalahkan angin yang meniupnya? Apakah tanaman pernah muntah karna kebanyakan minum air? Tidak. Belajarlah dari alam. Ada banyak tanda bagi mereka yang berpikir.

Pilihan, keputusan, jalan yang kita ambil adalah tanggung jawab kita. Dihadap manusia dan Sang Pencipta. Pun terhadap diri kelak yang ke’sana’ gak akan bawa itu semua.

Karna saat semua pilihan dipertanyakan ketepatannya dimata Allah. Seharusnya bisa dijawab ‘karna Engkau ya Robb’.

Bjm,may5,13
05.53

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s