Ga pake mikir buat gini sih

Ada orang2 yang kadang gak ngerasa dirinya norak. Malah terlalu menyanjung kekayaan dan kejayaannya sampai lupa mijak di bumi.
Orang2 semacam ini, gak perlu mikir buat jadi norak. Mungkin karna emang mereka gak punya pikiran atau punya pikiran tapi simpuls2 syarafnya kekurangan pertamax buat jalan. Alias lemot.

Ini sekilas pengertian norak versi bang Darwis Tere Liye
“Norak, tidak berpendidikan itu bukan
ketika naik pesawat pertama kali, berbaju kusam, sendal jepit, nggak ngerti gimana pasang sabuk pengaman, nggak ngerti nomor kursi.
Itu bukan norak. Norak, tidak berpendidikan itu adalah: naik pesawat, berpakaian keren, sepatu, keren banget, tapi tetap asyik menelepon padahal pesawat sudah bergerak, dan jelas2 di sandaran kursi depan kita, ada stiker ancaman denda 200 juta, kurungan, jika menyalakan telepon genggam.

Norak, tidak berpendidikan itu bukan saat kita nggak tahu bagaimana mencet lift, bingung ini kemana, lantai berapa, terlihat banget dari kampung. Itu jelas tidak norak.
Norak, tidak berpendidikan itu adalah saat kita berpakaian kinclong, sepatu mengkilat, tapi merokok santai di dalam lift yang tertutup. Atau merokok di ruangan ATM yg juga sama tertutupnya.

Norak, tidak berpendidikan itu bukan saat kita hidup sederhana, kemana2 naik angkot, topik percakapan nggak ada canggihnya, tapi lurus dan nggak macam2. Norak, tidak berpendidikan itu adalah saat kita punya rumah mewah, mobil mewah, kalau ngomong canggih bener, tapi sejatinya korup dan mencuri uang rakyat.”

Dan menurut saya norak juga saat sembarangan menggunakan menggunakan lidah dan jempol. What?? Apa hubungannya?

Ibarat pepatah jaman dulu, lidah tak bertulang. Jaman sekarang agak meningkat dengan jempol juga tak bertulang. Sebagian orang yang susah mengendalikan lidahnya, juga susah mengatur jempolnya, apa bisa dikategorikan norak?
Bisa lah.

Akan terlihat jelas orang yang suka ngomong asal, gak berdasar, ngemuntahin kata2 kotor, dan sindiran2 nyinyir penuh dengki, adalah orang2 yang terlanjur norak tingkat kotamadya. Lumayan gak terkenal kecuali dia public figur.

Lalu norak versi jempol?
Mereka yang sembarangan menggunakan jempolnya. Memposting ke fb, twitter, sms, chat, dan media sosial lainnya dengan hal2 yang berisi keluhan, caci maki, rayuan pulau kelapa, dan sindiran thd akun/orang tertentu dengan sadis. Padahal orang yang disindir, membaca pun tidak. Tapi si pembuat status sudah mempublikasikan betapa noraknya dirinya. Parahnya, kenorakannya ini bisa diakses ke seluruh dunia dengan satu kali klik. Hebat bukan?

Norak, saat seseorang marah, kesel, sedih, kecewa lalu melampiaskan perasaannya ke socmed dan bahkan menyemprotkan kata2 yang menyakiti orang lain.
Norak, saat seseorang salah dan ia tahu dirinya salah, tapi menolak meminta maaf. Malah mencari pembenaran atas kesalahannya.
Norak, saat seseorang kehilangan keyakinan atas prinsip2nya, lalu menyerang orang lain dan membongkar aib2 sodaranya.
Norak, saat seseorang sudah mengidap penyakit norak tingkat internasional. Tapi gak sadar dirinya norak.

Pray to ourselves, semoga kita dijauhkan dari sifat2 norak dan orang2 norak. Hehe

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s