Untukmu Pemuda yang Menunda

Untukmu pemuda yang menunda

Engkau tau engkau mau
Engkau juga tau engkau merindu
Akhiri sendiri dan segera berpadu
Lalu mengapa engkau selalu ragu?
Berkilah diri merasa tak mampu
Walau kau tau beratnya melawan nafsu

Jikalah harta alasan utama
Menunda apa yang sesungguhnya kau damba
Maka kuingin kabarkan berita
Bahwa berapapun yang kini kau punya
Takkan mampu penuhi segala
Kecuali qonaah menyertai jiwa

Mungkin engkau lupa
Tentang janji Allah dalam kitabNya
Bahwa Allah akan memperkaya
Ini bukan matematika manusia
Bahwa satu tambah satu adalah dua
Sampai kapanpun kau kumpulkan harta
Nilainya hanyalah rezeki satu manusia

Untukmu pemuda yang menunda

Engkau tau engkau hampir menyerah
Menunggu saatnya berbuka bersama ia yang sah
Saat puasa tak lagi mampu memendam resah
Dan nafsu mendorongmu menuju pintu yang salah
Lalu mengapa engkau masih sibuk memilah?
Sementara tertulis anjuran syariah
Untuk memilih ia yang lebih shalihah

Jikalah rupa menjadi ganjalan
Menunda apa yang benar-benar kau inginkan
Maka ingin pesan ini aku sampaikan
Bahwa kecantikan yang kau dambakan
Bukanlah kelak yang kan memuaskan
Kecuali sekedar menghiasi kehangatan

Mungkin engkau lupa
Bahwa kelak ia kan memudar dan menua
Sementara hati yang bersinar cahaya
Lisan yang manis bertutur kata
Dan budi pekerti yang mulia
Takkan habis dimakan usia
Yang kan membuatmu berkali kali jatuh cinta
Tanpa memandang rupa

Untukmu pemuda yang menunda

Engkau tau engkau terus mencari
Satu yang paling pas di hati
Diam diam engkau menggali
Yang manakah bidadari
Yang pantas mendampingi
Lalu mengapa kau mundur berkali-kali?
Selalu saja kau temui
Kurangnya itu dan ini
Sementara kau sendiri
Tak sibuk perbaiki diri

Jikalau engkau berharap yang sempurna
Mungkin bukan hanya dirimu yang ikut berlomba
Pun jikalau memang ia ada
Mungkin Nabi Muhammad yang paling pantas untuknya

Mungkin engkau lupa
Tiada manusia yang unggul dalam segala
Sebagai mana engkaupun manusia biasa
Biarlah kurangnya engkau pelengkapnya
Karena itulah pernikahan ada

Untukmu pemuda yang menunda

Aku ingin kabarkan berita
Mewakili suara hati wanita
Yang kini tengah bersimpuh dan berdoa
Bahkan terkadang menetes air mata
Berharap datang seseorang meminangnya
Sementara usia semakin menua

Aku ingin kabarkan berita
Bahwa kini kita di akhir dunia
Dan kaum hawa semakin berlipat ganda
Andai semua pemuda didunia
kini telah berdua
Maka kan tetap tersisa mereka yang terus mendamba

Tidakkah kau ingin segera
Menjadi pahlawan untuk satu diantara mereka
Agar terjaga kesuciannya?
Tidakkah kau ingin segera
Menjadi imam untuk satu diantara mereka
Agar ia terjaga dan terpelihara?

Percayalah
Takkan mampu mereka yang Allah lemahkan
Takkan lemah mereka yang Allah mampukan
Takkan sempurna mereka yang Allah celakan
Takkan cela mereka yang Allah sempurnakan
Maka mintalah pada Sang Pemilik kehidupan
Dengan doa dan sedekahmu yang memudahkan jalan

Untukmu pemuda yang menunda

San Jose, California
Dari seorang wanita yang turut berdoa semoga sahabat yang masih dalan kesendirian Allah permudah untuk menemukan jodohnya

FB Kiki Barkiah

image

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s