Ini soal rasa…

Seperti yang kita tahu, bahwa kematian, jodoh, rizqi itu sudah menjadi ketetapan-Nya. Rizqi adalah ketetapan. Caranya menjemputnya adalah ujian. Ujian yang menentukan rasa kehidupan.
Janganlah kalian merasa rizqi kalian datangnya terlambat, demikian sabda Rasulullah yang dibawakan imam Ibnu majah.

Karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba meninggal, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir yang di tetapkan untuknya.

Maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan yang halal dan meninggalkan yang haram. Inilah hakikatnya rizqi, bahwa ia bukan soal berapa. Sungguh ia adalah nikmat yang kita rasa.

Tentu berbeda rasanya uang yang kita ambil dari hasil usaha yg halal dengan hasil dari mencuri atau menodong. Meskipun jumlah yang besar, 100jt misalnya. Tentu akan berbeda rasanya. Jika uang tersebut hasil dari yang kita usahakan dari jalan yang halal pasti memiliki kepuasan tersendiri. Begitupun sebaliknya jika uang tersebut hasil dari jalan yang haram tak akan kita rasai kepuasan tersebut. Dan yang lebih parah lagi akan terputusnya kemesraan dengan Allah SWT.

Jika jodoh adalah bagian dr rizqi, boleh jd berlaku pula kaidah yg sama. sosok itu telah tertulis namanya. Tiada tertukar dan tiada salah tanggal. Tetapi rasa kebersamaan, akan ditentukan oleh bagaimana adab dalam mengambilnya. Tentu berbeda rasanya menikah yg dihulurkan dengan penuh keridhoan Allah SWT dibanding menikah yang dilemparkan penuh kemurkaan (hasil perzinaan).

Lagi-lagi terenungi. Bahwa dilapis-lapis keberkahan, ini soal Rasa.

‪‎Lapis‬-lapis keberkahan, Ust Salim A. Fillah

image

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s