A moment to remember, Mai

Bismillah,

Minggu pertama cuti, saya ketemu 2 film yang berbeda tapi punya inti kisah yang sama.  Tentang Alzheimer.

Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat

yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil.

Jelasnya di wikipedia

Welyah berhubung saya bukan orang yang cukup baik bikin resensi film. Karna detail memory saya agak2 kurang terasah. Yang pasti it was nice movie, 4 stars lahyaw.

Film pertama dari korea, judulnya ‘a moment to remember’.  Gak sengaja ketemu film ini pas lagi streaming film ‘my love from the star’ episod akhir2 kemaren (kebiasaan males nunggu endingnya di tv), dan baru sempat ketonton 2 hari yang lalu.

Kisahnya tentang seorang cewe yang lagi patah hati, ketemu tukang kayu, ternyata tukang kayu itu anak buah bapaknya, trus dia suka, si carpenter itu ngelamar, mereka nikah, lalu mulailah masa si cewe punya gejala2 suka lupa dan kehilangan kemampuan mengontrol diri dan benda2 di sekitarnya. Film ini bagi saya berkesan sweet, passionate and horror. Sweet karna love story nya, passionate karna ini kisah tukang kayu and I love woodstuff, dan horror karna di kisah ini penderita Alzheimer nya adalah si cewe yang belum berusia 30 tahun. Sedang yang saya tau, penderita Alzheimer kebanyakan manula. Huhu. Endingnya juga ngegantung, yang pasti, happy tears. Hiks

Film kedua, awalnya saya sempet agak2 jual mahal ga mau nonton karnanya adalah film india yang gak ada shahrukh khan nya. Saya males lah. Nonton india tanpa shahrukh khan itu ibarat makan kan asin tanpa nasi panas, you know huh? Ditambah, saya kira ni film semacam serial2 india yang lagi hits itu. Heh, gak demen saya. Cukup sudah sinetron lokal yang ngeganggu, drakor yang addiktif, sekarang nambah serial india yang nyesatin. Tukan saya udah dibikin berzhon aja padahal baru liat sekilas.

Oke lanjut,

Tapi ternyata kali ini enggak loh, disamping segala kekurangannya dan ketiadaan mr. Khan, film ini punya kisah yang mengharu haru hati saya. Hiks hiks sroot. Judulnya ‘Mai’. Yayaya cuma 3 huruf itu. huweee *mewek duluan*. Kenapa saya mewek, adalah karena is because.. ini kisah tentang orangtua, sob. And as I said, has a similar story base with the first one. Masih tentang Alzheimer. Dan masih tentang respon orang2 sekitar penderita. Mai dalam bahasa india artinya (ternyata) adalah Ibu. Bisa ditebak pasti kan alur kisahnya. Yang menderita Alzheimer adalah ibu dari madu (her daughter’s name), saya ingat karna nama madu itu sangat common di film2 india, kedua kajool, ketiga khan. Jiagh malah bahas nama.

Alur kisahnya lumayan bagus, natural dan gak lebay kayak film2 india 90an, jahatnya juga gak sejahat kisah2 jaman dulu. Off course selalu ada cerita hujan2an. Tapi kali ini bukan buat nari2 di bawah ujan sambil melambai2kan selendang atau menangis2 galaw, tapi karna satu keluarga si madu mencari sang ibu yang lupa cara balik ke dalam rumah dan kehujanan di teras.

Ending yang touching di film ini adalah saat sang ibu yang terbaring di rumah sakit ngasih pesan2 terakhir buat suaminya madu. *this scene, my tears was running2 on my face* hiks hiks

Hari ini aku menyaksiksan, seorang ibu menjadi anak gadis. Dan seorang gadis menjadi ibu.
Dan bagaimana bisa seorang gadis menjadi ibu bagi ibunya sendiri.
Hal rumit ini, tidak akan mudah dimengerti oleh kita para pria. Karna kita tidak pernah melahirkan.

By Madu’s husband -MAI (film india)-

Yaaahh… that’s all. Saya sebetulnya agak suka trenyuh dengan cara2 اَللّهُ  ngingetin saya. Actually, beberapa waktu belakangan ini saya emang kepikiran sama satu hal yang ganggu banget. Gak ngerti pengen maju dengan nanggung semua risiko atau diam aja dan nelan semua dalam ketiadaan. Saya kan gak bisa terus2an bertanya pada rumput yang bergoyang. Cailaa..
Di film pertama saya dapat pesan buat lebih bersabar. Kindda ‘oh iya ya’ finger clap. Cklek! Gitu. Berasa ditowel dan inget lagi sama janji اَللّهُ 🙂

Dan saya makin pengen menghargai & menikmati moment2 bersama ‘mai’ saya. Gak tau pasti rasanya gimana kalo dilupain orang yang kita sayang for a whole life, atau ngelupain mereka. I love you, bu, for everything I am, in every ways I show you how. Ci mencintaimu seperti ombak mencintai pantainya.

Hope I’ll pay your all nite pray for me, soon :”)
Aamiin Allahumma aamiin

image

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s