NASIB PARA MODIFIKATOR AGAMA

image

Ini. Adalah jawaban singkat soal pertanyaan2 saya long long time ago.
Ketika saya hanya ‘menjalankan’ tanpa tau kenapa dan bagaimana.
Ketika dulu saya masih aut2an berhijab, berhijab tapi ketat sana sini, berhijab tapi deket sama laki2, berhijab tapi..ah. Bahkan menolak memakainya di awal2, sementara Ibu terus memaksa. Hijab adalah pengekangan. Gitu pikir saya. Dulu..
Ketika saya masih aut2an sholatnya, puasanya, ngajinya, apalagi yang lain2..
Dih, miris ama dosa. Udah bikin dosa, gak mau nyadar pulak. Udah nyadar, gak mau brenti pulak.. 😥
Bodohnya kalau saya masih stuck disana sementara Allah udah kasih hidayah dengan berbagai cara.
Allah udah kasih Ibu yang luar biasa sabar menanti setiap mili perubahan saya. Ngedoain saya tiap sholat. Bangun tiap sholat malam sambil doa sesenggukan. Biar anak2nya tau dan mau lebih dekat dengan Tuhannya.
Allah udah kasih sahabat2 yang selalu bisa mengingatkan walo hanya dengan saya mengingat mereka.
Allah udah kabulin doa2 saya di tengah begitu banyak kelalaian yang masih saya kerjain..😷

Pun. Ini adalah salah satu jawaban saya ketika ada buanyaaaak hal tentang agama ini yang sudah dijalani dengan berbagai versi berbeda oleh pengikutnya.
Ada yang sholatnya begini, ada yang begitu.
Ada yang dzikirnya begini, ada yang begitu.
Ada yang suka ngadain perayaan – dari lahiran sampe kematian – begini, ada yang enggak begitu.
Ada yang puasa begini, ada yang begitu.
Ini.Yang saya, mungkin juga kita, kadang ada rasa penasaran “koq bisa beda?”, “koq kamu dan aku bisa gak sama caranya?”, “koq aku ngerayain, kamu enggak?”, “koq kamu lebarannya hari ini, aku besok?”..
Dan jutaan tanda tanya lagi. Yang bahkan ketika saya sudah ada di titik ini, masih belum banyak yang saya mengerti.
Mengerikan, bukan?😶

Bayangkan ketika kita memeluk seseorang seumur hidup, setiap hari, tanpa tau wajahnya, bentuknya, siapa dia, asalnya, dan alasan kenapa kita memeluknya setiap hari.
Jelas seperti agama ini. Islam ini. Yang kita bawa sejak lahir sampai mati, tapi nggak tau apa2 tentangnya. Jangan lah sebut lagi islam KTP, karna oknum2 yang ‘diatas’ sana sudah bingung sama pegangannya sampe2 menghilangkan kolom agama dari KTP. Cukup mereka yang galau, saya jangan. He

Cukuplah kita yang tau. Apakah kita udah kenal baik dengan apa yang kita peluk ini. Atau sekedar menerima tongkat estafet dari orang tua & sekitar. Atau kita udah ngerasa tau dan dengan sombongnya menolak menuntut ilmu. Mencari tau apa sebenarnya yang kita peluk ini. Jangan2 selama ini kita meluk monster. Hii
Karna setelah mencari tau, saya semakin tau kalau saya bahkan enggak tau apa2. Nol, bahkan hampir minus. Menyedihkan. Cuma ikut2an. Bawa2an.
Mungkin di awal2 mencari tau, saya agak sok tau. Sampai ngerasa paling tau dan keras kepala. Bener kata musyrifah, yang baru belajar bakal gede sok taunya. Tapi biar begitu jangan berhenti belajar. Karna makin banyak yang kita tau, makin kecil kita rasanya dihadapan ilmu Allah. Pun makin kita bisa mengatasi orang2 keras kepala yang sok tau, persis seperti saya dulu (apa masih ya? 🙇) dengan kepala dingin.

Ini. Adalah caption dari gambar yang saya reshare dari IG. Cekidot,

Suatu hari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallaam mendatangi kuburan & mengucapkan salam:
.
“Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian“.
.
Beliau bersabda: “Aku sangat berharap utk dapat melihat saudara-saudaraku“. Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan, sehingga bertanya: “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab : “Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yg akan datang kelak“. Kembali para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yg sampai saat ini belum terlahir?“. Beliau menjawab: “Menurut pendapat kalian, andai ada orang yg memiliki kuda yang di dahi & ujung-ujung kakinya berwarna putih & kuda itu berada di tengah kuda-kuda lainnya yg berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”. Para sahabat menjawab: “Tentu saja orang itu dgn mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka: “Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah & ujung-ujung tangan & kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia. Aku akan menanti ummatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari ummatku yg diusir oleh Malaikat, sebagaimana seekor onta yg tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga ia pun diusir. Melihat sebagian orang yg memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka: ‘Kemarilah’. Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata: ‘Sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu’. Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah) berkata: ‘Menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku’.” (HR. Bukhari & Muslim).
.
Begitu beratnya hukuman yg ditimpakan kpd para modifikator agama Islam, karena saat di dunia dgn kejinya mereka menuduh bahwa uswah Nabi Shallallahu ‘Aaihi wa Sallam & para sahabatnya sudah kadaluarsa sehingga harus dimodifikasi agar bisa sejalan dgn perkembangan zaman.
.
👤 Ust. M. Arifin badri
From @alhikmahjkt

So, begitulah. 1400an tahun yang lalu, bahkan lebih, sudah sejak nabi Adam diturunkan. Islam hadir. Menyapa dengan asing. Disampaikan oleh nabi di berbagai zaman. Diwahyukan ayat per ayat. Disempurnakan melalui Rosulullah Muhammad saw dan mukjizatnya, Al qur’an.
Jadi kenapa harus merasa masih kurang sempurna sehingga harus ditambah/dikurangi?
Puasa ramadhan satu bulan, dijalani 3 bulan.
Shalat wajib 5 kali sehari, dijadikan cukup 3 kali.
Dzikir yang tak terbatas dan khusyuk, harus dibatasi sekian2 dan harus teriak2 pula.
Peringatan kelahiran dan kematian, dijalankan kah oleh Rosul atau sahabat?
Tradisi2 yang beraroma islam tapi sarat mengadaptasi ajaran agama lain, adakah di zaman Rosul atau sahabat?
Dll..
Dilarang kah? Ketika yang jelas2 dibenci Allah dan Rosulnya malah dikerjakan, ya jelas dilarang. Itulah namanya memodifikasi agama. Bid’ah. Udah bid’ah, berjamaah lagi, marah2 lagi. Hehe

Jadi saya setuju sama tausiyahnya ustadz Felix,
Islam itu air bersih, tapi ummat memilih air comberan.

Post ini ditujukan untuk saya pribadi. Untuk masa lalu dan masa depan saya. No offense, karna saya ingin mengingat lagi ketika membacanya suatu hari nanti.

Terus belajar, karna jika kau tidak kuat menahan beratnya belajar, kau harus kuat menahan pedihnya kebodohan.

Wassalam🙂

2 thoughts on “NASIB PARA MODIFIKATOR AGAMA

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s