Berlayar

1. alkisah ada seorang pelaut yang ingin melayari samudera lepas | dan dia sangat bersemangat untuk itu, dengan keyakinan yang hebat

2. dia memulai impiannya itu dengan membuat kapal dari kayu terbaik | dengan disan terbaik, dari pembuat kapal yang terbaik, semua laik

3. kapalnya dirancang untuk menampung sampai ratusan kru kapal | juga dengan gudang perbekalan yang memadai selama setahun penuh

4. tidak hanya itu, berbulan-bulan dia habiskan merekrut kru paling hebat | mewawancarai, menyortir, melatih bahkan menyatukan jadi tim

5. entah berapa malam dia habiskan untuk merencanakan perjalanannya | menjangka dan menggaris peta, menulis poin demi poin rancangan

6. saat itu tiba, layar yang dijahit dikembangkan, sauh diangkat | semua sudah siap berlayar, mengarungi samudera tanpa batas

7. akhirnya, inilah saatnya menjemput impian, mereka berlayar | hari demi hari, bulan demi bulan, semua terlewati..

8. sampai akhirnya pelaut kita ini sadar, dan tercengang | ada satu hal yang dia lupakan selama ini, yang terpenting! PENUNJUK ARAH!

9. dia tengok kiri-kanan muka-belakang, semua sama-sama horison | lautan tak bertepi, tiada petunjuk ataupun penanda arah apapun

10. lunglai, semua persiapan selama ini, PERCUMA | bila sudah salah tujuan, maka apapun jadi sia-sia

11. sebenarnya pelaut itu sama seperti kita di dunia, tak tahu apapun | bedanya hidup kita tak bisa balik lagi, namun analoginya sama

12. hidup tanpa arah itu sia-sia, menjalani hidup tanpa petunjuk itu PERCUMA | perbekalan apapun takkan mencukupi, takkan membantu apapun

13. berlayar tanpa navigasi itu cari mati, di dunia tanpa petunjuk itu sesat pasti | maka yang paling penting di dalam hidup itu tahu ARAH

14. bila ARAH sudah benar, perbekalan, kru, kapal, barulah manfaat | bila ada PENUNJUK ARAH, itu baru perjalanan, karena ada tujuan

15. dunia ini lautan yang menyesatkan, dan PENUNJUK ARAH kita adalah AL-QURAN | siapa jauh darinya, pasti akan tersesat, pasti hilang arah

16. lucu, hari-hari ini kita saksikan manusia, sibuk siapkan kapal, kru, perbekalan | tapi jauh dari AL-QURAN, lupa membawa PENUNJUK ARAH

17. maka wajar dunia memperdaya dirinya, tak puas, galau, sedih, kecewa, depresi | ujung hidupnya? menumpuk penuh kesia-siaan, PERCUMA

18. yang sudah salah jalan di dunia dan mati, tak bisa peringatkan kita | yang betul jalannya dan sudah tenang, juga tak bisa pandu kita

19. bocoran dan PENUNJUK ARAH di dunia satu-satunya ya dari Allah dan Rasul-Nya | Kitabullah dan Sunnah, itu PETUNJUK yang pastinya

20. AL-QURAN itu cahaya, siapa jadikan ia PENUNJUK ARAH | maka jalannya akan TERANG, pasti ARAH di jalan Allah

Ustad Felix Y. Siauw

image

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s